IKATAN PELAJAR MAHASISWA YAHUKIMO
(IPMY)
KOORDINATOR WILAYAH (KORWIL)
SE-JABODETABEK
BADAN PENGURUS ASRAMA (BPA)
Sekretariat : Jl. Mesjid No.25-A RT 04/ RW 008 Condet Kel. Batu Ampar, Kec.
Kramat Jati –Jakarta Timur
Diskusi Tentang :Pengertian Komunikasi
NAMA : NOKY SIEP
KAMPUS : UNIVERSITAS
KRISTEN INDONESIA
FAKULTAS : ILMU SOSIAL DAN
ILMU POLITIK
JURUSAN : ILMU
KOMUNIKASI (Humas)
SEMESTER : V .(LIMA)
Jakarta, 20
Agustus 2013
Nara
Sumber…………
P E N G E R T I A
N K O M U N I K A S I
Profil Materi:
1. Sekapur Siri Atau
Istilah Komunokasi
2. Komunikasi Verbal
Dan Non Verbal
3. Unsur-Unsur
Komunikasi
4. Tipe Komunikasi
5. Krakteristik
Komunikasi
6. Komunikasi
Horisontal Dan Vertikal
7. Faktor-Faktor Komunikasi
8. Manfaat
Komunikasi
9. Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
v Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris
communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata
communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua
orang atau lebih. Dalam definisinya secara
khusus mengenai komunikasi itu sendiri menurut Hovland adalah “proses
mengubah perilaku orang lain”
#
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli Theodore M. Newcomb:
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri
dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.
A.
Komunikasi terbagi dua yaitu: verbal, dan non verbal.
1.
Komunikasi verbal yaitu suatu
proses komunikasi dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang. Simbol-simbol
yang digunakan selain sudah ada yang diterima menurut konvensi internasional
seperti simbol lalu-lintas, simbol matematika, juga .terdapat symbol simbol
lokal yang hanya bisa dimengerti oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu.
2.
Sedangkan komunikasi non verbal
adalah proses komunikasi dengan menggunakan kode non verbal. Kode non
verbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language), maupun bahasa tubuh (body language).
B. Unsur-unsur penting lainnya dalam komunikasi
adalah
dengan adanya : sumber, pesan, media,
penerima, efek dan umpan balik.
1. Sumber
Adalah pembuat atau pengirim informasi. Dalam
komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga
dalam kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber biasa disebut
juga komunikator
2. Pesan
Adalah sesuatu yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan
dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi.
3. Media.
Media yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk
memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.
4. Penerima.
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.
Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih. Penerima biasa disebut komunikan.
5. Efek
Efek atau pengaruh adalah perbedaan
antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan
sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa tergantung dari pengetahuan, sikap
dan tingkah laku seseorang.
6. Umpan Balik.
Adalah suatu bentuk tanggapan balik dari penerima setelah memperoleh pesan yang
diterima.
C.
Tipe komunikasi
DeVito seorang professor komunikasi di City
University of New York dalam bukunya Communicology membagi komunikasi atas empat macam yaitu: komunikasi
intrapribadi, komunikasi antarpribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa.
1. Komunikasi
Intrapribadi (Intrapersonal
Communication)
Merupakan proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau dengan kata
lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri.
2. Komunikasi
Antarpribadi (Interpersonal
Communication)
Merupakan proses komunikasi yang
berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang
dinyatakan oleh Pace (1979)
3. Komunikasi Publik (Public Communication)
Sesuai namanya, komunikasi publik
menunjukkan suatu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan oleh
pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.
4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
Komunikasi
massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung di mana
pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya
massal melalui alat yang bersifat mekanis separti radio, televisi, surat kabar
dan film. Seperti telah dijelaskan bahwa pihak yang mengirim pesan kepada
khalayak disebut komunikator. Sebagai pelaku dalam proses komunikasi, komunikator
memegang peranan yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya
komunikasi.
D. karakteristik umpan balik yang efektif antara
lain:
a)
Kekhususan = Umpan balik yang efektif dirancang untuk
membekali penerima dengan informasi yang khusus sehingga mereka apa yang
harusnya dikerjakan untuk suatu situsi yang benar.
b)
Kemanfaatan = Umpan balik ini hendaknya mengandung
informasi yang dapat dipergunakan oleh bawahan
untuk memperbaiki dan menyempurnakan Tugasnya
c) Tepat Waktu= Umpan
balik yang efektif terdapat pertimbangan-pertimbangan yang memperhitungkan
factor-faktor yang tepat
d) Kesiapan = Agar
supaya umpan balik bisa efektif para Angota hendaknya mempunyai kesiapan untuk
menerima umpan balik tersebut.
e) Kejelasan= Umpan balik bisa efektif jikalau dapat
dimengerti secara jelas oleh penerima.
E. Komunikasi Horizontal dan vertikal
Koordinasi
melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi
yang sifatnya horizontal atau dengan
vaertikal antar pemimpin dan pengikut
dan pengikut dengan pengikut dalam organisasi. Informasi dipakai pemimpin
bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu mengandung derajat ketidak
pastian yang tinggi.
F.
fakto-faktor yang mempengaruhi komunikasi
Untuk mencapai komunikasi yang
efektif perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi. Adapun
faktor-faktornya adalah sebagai berikut:
1.
Komunikasi Harus
Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Ketepatan waktu dalam menyampaikan
komunikasi harus betul-betul diperhatikan, sebab apabila penyampaian komunikasi
tersebut terlambat maka kemungkinan apa yang disampaikan tersebut tidak ada
manfaatnya lagi.
2.
Komunikasi Harus
Lengkap
Selain komunikasi yang disampaikan harus
mudah dimengerti oleh penerima komunikasi, maka komunikasi tersebut harus
lengkap sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi penerima komunikasi. Hal itu
perlu ditekankan, sebab meskipun komunikasi mudah dimengerti tetapi apabila
komunikasi tersebut kurang lengkap, maka hal itu menimbulkan keraguan bagi
penerima komunikasi, sehingga pelaksanaan tidak sesuai dengan apa yang
diinginkan.
3.
Komunikasi Perlu
Memperhatikan Situasi dan Kondisi
Dalam menyampaikan suatu komunikasi, apalagi bilamana komunikasi yang
harus disampaikan tersebut merupakan hal-hal yang penting yang perlu pengertian
secara mendalam, maka faktor situasi dan kondisi yang tepat perlu diperhatikan.
Apabila solusi dan kondisi dirasakan kurang tepat , bilamana komunikasi yang
akan disampaikan tersebut dapat ditunda maka sebaiknya penyampaian komunikasi
tersebut ditangguhkan.
4.
Komunikasi
Perlu Menghindarkan Kata-kata Yang Tidak Enak
Agar komunikasi yang disampaikan mudah
dimengerti dan diindahkan maka perlu dihindarkan kata-kata yang kurang baik.
Dengan kata-kata yang kurang enak ini dimaksudkan adalah kata-kata yang dapat
menyinggung perasaan penerima informasi, meskipun dalam kamus hal itu tidak
salah dan cukup jelas.
5.
Adanya Persuasi
Dalam Komunikasi
Seringkali
manajer harus merubah sikap, tingkah laku dan perbuatan dari orang-orangnya
sesuai dengan yang diinginkan, untuk itu dalam pelaksanaan komunikasi harus
disertai dengan persuasi/mengayak orang.
6.
Hambatan Komunikasi
Kegagalan
dalam berkomunikasi sering terjadi karena banyak hambatan-hambatan. Salah satu
hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah
karena persepsi yang berbeda
G.
Manfaat Komunikasi
Dalam
komunikasi sangat dimungkinkan adanya hambatan . salah satu hambatan yang
ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya karena persepsi yang
berbeda.
Tetapi apabila dapat menghilangkan
hambatan atau setidaknya dapat memperkecil hambatan tersebut, maka kemungkinan
komunikasi yang dilaksanakan akan menjadi lebih baik. apabila mampu
melaksanakan komunikasi dengan baik, maka akan dapat mengambil manfaatnya, manfaat
komunikasi adalah sebagai berikut:
·
Kelancaran tugas-tugas lebih terjamin
·
Dapat meningkatkan partisipasi
·
Pengawasan dapat dilakukan dengan baik
·
Perlindungan
H. Penutup
a. Kesimpulan
Lampu Merah Stop…!
Siapapujn menyadari bahawa komunikasi dua arah
lebih baik dari pada satu arah. Yang menjadi masalah terutama dalam situasi
informal, orang sering tidak sadar bahawa dia sudah terlalu banyak bicara. Ini
membuktikan bahawa menjadi pendengar yang baik itu bukan perkara gampang.
Sadari bahawa komunikasi pun mempunyai lampu lalulintas.
Maksudnya begini: Kalau anda merasa sedang
mendapat lampu hijau, sebaiknya anda berbicara secara efisien. Tetapi, lampu hijau
tidak menyala terus, ada masa dimana lampu merah menyala, arinya anda harus
berhenti, dan pihak lain yang mendapatkan giliran lampu hijau.
b. Saran
Berhenti
dan Perhatikan
1.
Anda sadar bahawa sedang bertatap muka, tidak boleh memfokuskan perhatiannya ke
diri sendiri atau yang tempat lain.
2. Memanfaatkan waktu untuk memperhatikan
sekeliling, anda dan mendengarkan suara-suara yang ada sekelilingnya.
3.
Memperhatikan ungkapan- ungkapan yang tidak direspon orang lain.
4.
Anda harus Selalu melakukan kontak mata.
5.
Anda harus tenang dan sangugup mengendalikan emosi anda bilah berbicara.
6.
Anda mendengar dengan aktif, anda akan mendapat simpati lebih besar lagi.